Lompat ke konten utama

FAQ / Bantuan

Pertanyaan yang
sering muncul.

Jawaban singkat soal akun, pengiriman, nomor virtual, saldo, dan API. Kalau belum terjawab, hubungi kami.

Umum

Dasar-dasar notif.

Apa itu notif.?

Layanan pengiriman pesan dan verifikasi nomor: SMS Marketing, WhatsApp Marketing, OTP API, dan nomor virtual. Semuanya memakai satu akun dan satu saldo prabayar.

Layanan apa saja yang tersedia?

SMS Marketing untuk SMS, RCS, dan MMS; WhatsApp Marketing untuk blast dari perangkat sendiri; OTP API untuk verifikasi lewat SMS atau WhatsApp; dan nomor virtual untuk menerima kode dari layanan lain.

Perlu paket bulanan?

Tidak ada paket bulanan. Biaya muncul dari pemakaian yang tercatat, seperti pesan, request OTP, atau order nomor virtual.

Bagaimana cara mulai?

Buat akun, isi saldo, lalu pilih layanan. Untuk integrasi API, buat token di halaman API Token dan mulai dari dokumentasi.

SMS Marketing

Kirim SMS, RCS, dan MMS.

SMS lebih dari 160 karakter kena biaya berapa?

Dihitung per segmen. Komposer menampilkan perkiraan segmen GSM-7 atau Unicode sebelum pesan dikirim. Jumlah dan biaya aktual mengikuti gateway yang memproses pesan.

Apakah nomor duplikat dikirim dua kali?

Kalau membuat batch lewat API, nomor harus unik dalam satu request. Ini mencegah pengiriman ganda. Saat impor file, cek ringkasan penerima sebelum batch dijalankan.

Campaign bisa dijadwalkan?

Bisa. Di komposer, pilih waktu mulai selain opsi kirim sekarang. Batch akan menunggu jadwalnya sebelum diproses.

RCS dan MMS didukung?

Ya. RCS boleh satu file media opsional, MMS wajib satu file. Media diunduh dan disimpan sebelum batch dibuat.

Status pesan bisa dipantau lewat API?

Bisa. Pakai GET /api/v1/sms untuk daftar batch dan GET /api/v1/sms/batches/{id} untuk detail pesan. Tiap pesan punya status dan jumlah percobaan kirim.

Berapa penerima per batch API?

Satu sampai 1.000 penerima, dan nomornya harus unik dalam satu request. Batas laju API 120 permintaan per menit dihitung per token dan per akun.

WhatsApp Marketing

Blast dari perangkat sendiri.

Perlu nomor WhatsApp baru?

Tidak. Perangkat yang sudah kamu pakai dihubungkan lewat QR atau kode pairing. Setelah terhubung, campaign memakai perangkat itu.

Bisa impor beberapa file penerima?

Bisa. Satu sesi dashboard menerima sampai 30 file TXT, CSV, atau XLSX, masing-masing maksimal 25 MB. Cek ringkasan penerima sebelum sesi dijalankan.

Bagaimana kalau perangkat terputus?

Pesan yang tidak terkirim ditandai gagal. Begitu perangkat terhubung lagi, pesan gagal bisa dikirim ulang dari sesi yang sama tanpa mengulang seluruh daftar.

Pengiriman bisa dipause?

Bisa. Sesi yang berjalan bisa dijeda, dilanjutkan, atau dibatalkan. Progres dan status per pesan tetap tersimpan.

Delivered berarti pesan sudah dibaca?

Tidak. Delivered berarti pesan sudah masuk ke perangkat penerima. notif. tidak menampilkan status dibaca sebagai jaminan.

Kenapa pengiriman diberi jeda?

Jeda acak, cooldown per batch, dan perlambatan bertahap menjaga pengiriman tetap wajar. Nilainya diatur di level layanan, bukan per pengirim.

OTP API

Verifikasi lewat SMS atau WhatsApp.

Pengguna bisa minta kode baru?

Bisa, setelah jeda 60 detik. Untuk nomor dan kanal yang sama, maksimal 5 request per jam. Pakai Idempotency-Key yang sama saat mencoba ulang request yang gagal karena koneksi.

Kodenya berlaku berapa lama?

Kamu yang menentukan, antara 60 dan 900 detik. Kalau kosong, sistem memakai 300 detik. Respons pembuatan menyertakan expires_at dalam format ISO 8601.

Bagaimana setelah 5 percobaan gagal?

Request OTP berstatus failed dan kodenya tidak bisa diverifikasi lagi. Pengguna perlu meminta kode baru setelah jeda berlaku.

Kode disimpan di database?

Disimpan sebagai hash HMAC dengan kunci aplikasi, bukan teks biasa. Kode aslinya hanya dikirim ke penerima.

Template pesan bisa diubah?

Bisa, maksimal 255 karakter, dan wajib ada {otp} atau {code}. Kalau template dikosongkan, sistem memakai template bawaan.

Ada simulator sebelum produksi?

Ada. Halaman OTP di dashboard punya tab sandbox untuk mencoba kirim dan verifikasi tanpa menulis integrasi dulu.

Nomor Virtual

Katalog dan kode masuk.

Kapan nomor bisa dipakai?

Setelah order berstatus ACTIVE. Harga dan stok dikonfirmasi dulu, lalu nomornya muncul di detail order.

Bagaimana kalau OTP tidak masuk?

Order tetap aktif sampai masa berlakunya habis. Kalau masih ada waktu, kirim ulang atau reaktivasi bisa dicoba selama flag di order mengizinkan. Kalau tidak, order berakhir EXPIRED.

Kode OTP bisa diteruskan ke WhatsApp?

Bisa, kalau integrasi perangkat WhatsApp aktif. Order dipasangkan ke perangkat yang tersedia dan kodenya dikirim ke perangkat itu.

Bagaimana kode OTP masuk ke sistem?

notif. menerima webhook dari mitra nomor virtual. Payload diperiksa dengan secret sebelum diproses, jadi pesan yang tidak cocok tidak mengubah order.

Apakah nomor virtual punya API publik?

Belum. Nomor virtual dikelola dari dashboard. API publik mencakup SMS, WhatsApp, dan OTP.

Apakah semua negara dan platform selalu tersedia?

Tidak. Katalog mengikuti ketersediaan mitra. Kombinasi tanpa stok tidak menampilkan penawaran, dan order tidak dibuat.

Saldo dan Pembayaran

Tagihan dan dompet.

Kapan saldo benar-benar dipotong?

Saldo ditahan saat pesan atau request OTP diproses. Tahanan berubah menjadi pemakaian begitu gateway menerima pesan. Kalau gateway menolak, tahanan dilepas.

Apakah pesan gagal tetap ditagih?

Kalau gateway menolak pengiriman, saldo yang ditahan dilepas. Status yang belum pasti tidak langsung dianggap berhasil dan bisa masuk proses rekonsiliasi.

Mata uang dompet bisa diganti?

Tidak dari dashboard. Mata uang terkunci saat dompet dibuat. Kalau perlu pindah antara IDR dan USD, hubungi admin: dompet lama ditutup dan dompet baru dibuka.

Invoice bisa dibuka lagi?

Bisa. Halaman saldo menyimpan invoice dan link checkout. Invoice yang belum selesai bisa dicek atau dilanjutkan dari sana.

Metode pembayaran apa saja yang tersedia?

Mengikuti gateway yang aktif di akun: Midtrans, Xendit, DOKU, atau USDT lewat NOWPayments. Halaman saldo hanya menampilkan metode yang sudah dikonfigurasi.

API dan Webhook

Integrasi dan batas.

Bagaimana autentikasi API?

Kirim token di header Authorization dengan format Bearer notif.<64 karakter hex>. Setiap token punya daftar izin sendiri, jadi token yang hanya punya sms:read tidak bisa membuat batch.

Berapa batas request API?

120 permintaan per menit, dihitung per token dan per akun. Kalau terlampaui, respons 429 menyertakan header Retry-After.

Apa itu Idempotency-Key?

Kunci unik maksimal 255 karakter untuk membuat batch. Pakai nilai yang sama saat mencoba ulang agar batch tidak dibuat dua kali. Key yang sama dengan body berbeda ditolak dengan 409.

Webhook apa saja yang dikirim?

Event sms.batch.updated dan whatsapp.batch.updated dikirim ke URL HTTPS publik di port 443. Setiap request membawa X-Webhook-Id, X-Webhook-Timestamp, dan X-Webhook-Signature.

Bagaimana cara memverifikasi webhook?

Hitung sha256=HMAC(timestamp + "." + raw body, webhook secret), lalu bandingkan dengan X-Webhook-Signature. Pakai raw body, bukan JSON yang sudah di-parse, dan tolak timestamp lama.

Di mana dokumentasi lengkap?

Di docs.notif.biz/api. Isinya endpoint, field, contoh respons, batas, dan kode error untuk SMS, WhatsApp, dan OTP.

Masih ada yang belum terjawab?

Kirim detail akun atau error yang kamu temui lewat halaman kontak, atau buka dashboard untuk cek status pengiriman.